Aura Farming: Bocah Penari dari Riau yang Menyihir Dunia

Dari tepian Sungai Kuantan di Riau, sebuah fenomena budaya lokal pacu jalur dan bocah penari mendadak mengguncang dan menyihir dunia. Istilah yang disematkan: "Aura farming". 

Seorang anak laki-laki yang masih berusia 11 tahun menjadi sorotan dunia setelah videonya menari di atas perahu Pacu Jalur viral di TikTok dan Instagram.

Aksinya yang penuh karisma ini membuat warganet dari Indonesia dari seluruh dunia terpesona kepadanya. Tak hanya jadi sensasi internet, bocah ini sukses membawa budaya daerahnya ke pentas dunia.

Dia adalah Rayyan Arkan Dikha, seorang pelajar asal Kuantan Singingi yang ikut serta dalam Festival Pacu Jalur. Lomba perahu tradisional khas Riau yang biasanya digelar setiap Agustus.

Dalam perlombaan tersebut, peran Rayyan bukan sebagai pendayung, melainkan sebagai joki tari, anak yang berdiri di haluan perahu untuk menyemangati tim dengan gerakan tari khas Melayu.

Namun, ada yang berbeda dari Rayyan. Gaya menarinya sangat tenang, penuh kontrol, namun tetap energik. Dengan tatapan lurus dan gestur yang luwes, ia memancarkan pesona yang tidak biasa.

Inilah yang kemudian dijuluki netizen global sebagai "aura farming", yakni kemampuan seseorang untuk memikat tanpa usaha yang terlihat, alias effortlessly charismatic.

Apa Itu "Aura Farming"?

Istilah "aura farming" sebenarnya merupakan slang dari komunitas Gen Z, terutama di platform seperti TikTok dan Reddit. 

Awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bisa "memanen perhatian" hanya dengan kehadiran atau kepribadian yang kuat tanpa harus tampil mencolok.

Namun setelah Rayyan muncul di video tersebut, makna istilah ini seolah mendapat bentuk nyatanya. Dengan pakaian tradisional dan berdiri kokoh di atas perahu yang melaju deras, Rayyan menunjukkan ketenangan luar biasa.

Ia tidak terguncang ombak atau teriakan penonton. Ia seolah berada di dunianya sendiri. Hal ini membuat videonya tidak hanya viral, tetapi juga menyebar ke berbagai negara dan diadaptasi oleh selebritas dunia.

Viral Global

Tanpa disangka, video pacu jalur yang diselenggarakan secara rutin tiap tahun itu mencuri perhatian masyarakat Indonesia dan juga global. Dalam beberapa bulan video Rayyan sebagai bocah penari ini menjadi bintang dunia.

Ada beberapa klub sepak pola ternama seperti Paris Saint Germain (PSG) dan juga AC Milan ikut meniru gaya menari Rayyan. Ada banyak sekali pengguna akun media sosial yang ikut meramaikan gaya Rayyan dengan hashtag : "#Aura farming".

Ada banyak media global yang memberitakan tentang ini Misalnya dari Jepang, Spanyol, India dan juga Amerika Serikat turut mengulas fenomena ini. 

The Wall Street Journal menyebutnya sebagai "anak kapal yang menjadi sumber kebanggaan nasional dan sekaligus rasa iri dari negara lain."

Ada dampak yang besar dari viralnya video pacu jalur ini, diperkirakan akan ada wisatawan asing yang akan berkunjung ke Riau untuk melihat langsung acara ini.

Dari Budaya Lokal Menjadi Sorotan Dunia

Festival Pacu Jalur sendiri merupakan tradisi masyarakat dan sudah berlangsung selama puluhan tahun di Kuantan Singingi. Perahu-perahu yang akan ikut lomba akan dihiasi dengan berbagai warna dan ornamen yang menarik, sehingga kegiatan ini menarik perhatian semua orang.

Biasanya, anak-anak joki seperti Rayyan menjadi bagian dari strategi tim untuk memompa semangat para pendayung. Namun sebelum viral, banyak orang di luar Riau belum pernah mendengar tentang Pacu Jalur.

Setelah kemunculan Rayyan, jumlah penonton festival ini meningkat secara drastis. Menurut laporan dari Times of India pada Agustus 2025, kegiatan Pacu Jalur ini diperkirakan menarik lebih dari 1,5 juta penonton. Ini termasuk turis dari berbagai negara, khususnya Asia dan Eropa.

Penghargaan dan Dampak Nyata bagi Keluarga

Kesuksesan festival pacu jalur ini tidak berhenti di dunia maya. Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi resmi kepada Rayyan dengan menjadikannya sebagai Duta Pariwisata Budaya Riau 2025. 

Ia juga menerima beasiswa pendidikan, bantuan perlengkapan sekolah, dan berbagai dukungan dari sponsor lokal maupun internasional.

Keluarganya mengaku tidak pernah menyangka bahwa aksi menari Rayyan bisa membawa dampak sebesar ini. Sang ibu, Rani, menyebut bahwa sejak viral, mereka menerima banyak undangan tampil dan kolaborasi.

Undangan ini berasal dari luar negeri seperti Dubai dan Jerman. Namun, mereka tetap membatasi kegiatan Rayyan agar tidak mengganggu sekolah dan masa kecilnya.

Potensi Wisata

Fenomena Pacu Jalur dan bocah penari ini bukan hanya soal viral, tapi juga membuktikan bahwa tradisi lokal bisa memiliki nilai jual global. Asalkan bisa dikemas dengan autentik sehingga terlihat menarik dan mempesona.

Keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi pemerintah dan komunitas budaya untuk mengemas kembali warisan budaya Indonesia dengan cara yang lebih relevan. Khususnya mengusung pendekatan digital, bersifat inklusif, dan mudah diterima lintas generasi.

Kesimpulan: Anak Kecil, Dampak Besar

Rayyan Arkan Dikha mungkin hanyalah anak kampung dari Riau yang menari di atas perahu. Tapi ketenangannya, ekspresinya, dan keasliannya menjadi magnet dunia

"Aura farming" yang dimiliki bukan hanya mencuri perhatian, tetapi juga membuka jalan bagi dunia untuk mengenal dan menghargai budaya Indonesia.

Lewat langkah kakinya yang mantap di ujung perahu dan goyangan tubuhnya yang indah, Rayyan tidak hanya memotivasi timnya untuk mendayung lebih cepat. Ia juga menyemangati seluruh Indonesia untuk bangga akan budayanya.

Posting Komentar untuk " Aura Farming: Bocah Penari dari Riau yang Menyihir Dunia"